Stadion Sepak Bola: Bisakah Menjadi Tempat yang Nyaman untuk Perempuan?

  • Whatsapp

“Ada yang menonjol, tapi bukan bakat. Ada yang besar, tapi bukan harapan. Perempuan-perempuan ini.”

Komentar tak senonoh itu datang dari komentator sepak bola Rama Sugianto di pertandingan Shopee Liga 1 antara Persita Tanggerang melawan PSM Makassar kala kamera menyorot kerumunan suporter perempuan yang merupakan pendukung Persita Tangerang.

Bahkan setelahnya, dalam rekaman video berdurasi 15 detik yang diunggah di laman Facebook dan Twitter, Rama sempat menertawakan komentarnya sendiri dengan rekan komentator lainnya.

Meskipun Rama sudah mengunggah video permintaan maaf di akun Instagram pribadinya, bahkan hingga mendatangi langsung suporter perempuan yang terkait dalam video, rasanya kaum perempuan belum sepenuhnya terbebas dari komentar seksisme yang bisa datang kapanpun dan dalam situasi apapun.

Padahal, sudah banyak kampanye yang disuarakan untuk melindungi hak-hak perempuan di tempat umum, salah satunya di stadion sepak bola. Bahkan belakangan ini, kampanye stadion ramah perempuan dan anak telah digencarkan. Namun, sepertinya tidak membuahkan hasil, karena pada akhirnya kasus serupa terulang lagi dan lagi.

Kampanye tersebut bertujuan agar perempuan, baik itu suporter, manajemen klub, pemain, hingga host acara sepak bola mendapat kenyamanan ketika berada di lingkungan stadion sepak bola. Mereka tidak perlu lagi merasa was-was berada di tengah kerumunan pencinta sepak bola yang mayoritas laki-laki. Rasa aman untuk perempuan itu harus didapatkan karena sepak bola sejatinya tidak terbatas untuk golongan tertentu saja.

Selain itu, pola pikir oknum laki-laki sudah seharusnya berubah untuk tidak selalu mengobjektifikasi perempuan atas tubuh mereka. Berhenti melontarkan pernyataan yang bersifat seksual adalah bentuk nyata dari perubahan itu, karena tubuh perempuan bukan untuk menjadi bahan candaan laki-laki yang tidak bertanggung jawab. ***

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *