Setiap tanggal 8 Maret, perempuan di seluruh dunia merayakan Hari Perempuan Internasional atau dikenal sebagai Internation Women’s Day. Tema yang diusung oleh PBB di tahun ini, yaitu: “I am Generation Equality: Realizing Women’s Rights” yang bertujuan untuk mewujudkan hak-hak perempuan.
Tagar #EachforEqual digunakan di berbagai platform di media sosial. Dalam laman resmi International Women’s Day, mereka menjelaskan alasan tema #EachforEqual diusung dalam perayaan tahun ini.
“Kesetaraan bukan masalah perempuan, itu masalah bisnis. Kesetaraan gender sangat penting bagi ekonomi dan masyarakat untuk berkembang. Dunia yang sederajat dengan gender bisa lebih sehat, lebih kaya, dan lebih harmonis. Perlombaan diadakan untuk ruang rapat yang setara gender, pemerintahan yang setara gender, liputan media yang setara gender, tempat kerja yang setara gender, liputan olahraga yang setara gender, lebih banyak kesetaraan gender dalam kesehatan dan kekayaan. Jadi, mari kita mewujudkannya. Mari kita menjadi #EachforEqual.”
Pose #EachforEqual
Dalam perayaannya, International Women’s Day membuat pose ‘sama dengan’ dengan meletakkan kedua tangan di depan dada.
Pose ini dilakukan untuk mendorong perempuan membuat perubahan yang positif. Perubahan tersebut diperjelas dengan gagasan ‘Individualisme Kolektif’ di mana perempuan dianggap sebagai bagian dari keseluruhan. Tindakan, percakapan, perilaku, dan pola pikir perempuan dapat berdampak pada masyarakat yang lebih luas.
Secara kolektif, perempuan dapat membuat perubahan terjadi. Lebih jauh, perempuan dapat membuat dunia yang setara gender.
Hingga saat ini, isu setara gender memang masih belum mencapai tujuan yang memuaskan. Masih banyak ketimpangan gender yang terjadi di berbagai aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, Hari Perempuan Internasional diharapkan mampu mewujudkan cita-cita perempuan dalam kesetaraan.







